8 Alat Kontrasepsi untuk Wanita, Plus Minus Pemakaiannya

8 Alat Kontrasepsi untuk Wanita, Plus Minus Pemakaiannya

Alat kontrasepsi lebih sering digunakan wanita dibanding pria untuk mengendalikan kehamilan. Pada penerapannya, alat kontrasepsi tersedia dalam beragam versi dan macam, berikut delapan di antaranya.

1. Implan Kontrasepsi

Mengutip NHS di situs nhs.uk, implan kontrasepsi dapat digunakan untuk mencegah kehamilan selama tiga tahun. Namun, wanita tetap bisa menggunakannya apabila hanya ingin menunda kehamilan selama setahun.

2. Intrauterin (IUS)

IUS biasanya bekerja selama 3 hingga 5 tahun tergantung pada jenisnya, tetapi dapat dikeluarkan lebih awal. Kurang dari 1 dari 100 wanita akan hamil selama 3 hingga 5 tahun saat menggunakan IUS.

Alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) dapat bertahan selama 5 atau 10 tahun, tergantung pada jenisnya, tetapi dapat dilepas kapan saja. Kurang dari 1 dari 100 wanita akan hamil dalam setahun, tergantung pada jenis IUD.

4. Spermisida

Berdasar Web MD di laman webmd.com, spermisida merupakan alat kontrasepsi wanita berbentuk busa, jeli, ataupun krim yang diamasukkan ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual. Kontrasepsi ini mengandung bahan kimia yang membunuh sperma.

Beberapa jenis spermisida harus disiapkan 30 menit sebelum berhubungan seksual. Meski mudah digunakan, apabila sering dipakai, spermisida dapat mengiritasi vagina.

5. Pil KB

Pil KB merupakan alat kontrasepsi yang umum digunakan wanita, ia bekerja dengan mencegah terjadinya ovulasi. Penggunaan pil KB dapat menurunkan intensitas menstruasi, bahkan mambuat wanita sama sekali tidak menstruasi.

Efek samping dari pil KB termasuk: tidak ada perlindungan STD, dapat menyebabkan nyeri payudara, bercak, pembekuan darah, dan peningkatan tekanan darah. Selain itu, beberapa wanita dengan kondisi tertentu tidak boleh menggunakan pil KB, karena berisiko pada kesehatan.

6. Cicin Vagina

Cincin vagina adalah cincin plastik lembut yang dimasukkan ke dalam vagina. Ia bekerja dengan melepaskan hormon yang sama seperti pil dan patch untuk mencegah kehamilan. Terdapat dua jenis cicin vagina: Annovera dan NuvaRing. Annovera dapat digunakan kembali setelah istirahat masa lepas minggu setiap bulannya, sedang NuvaRing diganti setiap bulan.

Penggunaan cicin vagina dapat membuat menstruasi wanita lebih ringan dan teratur, namun ia dapat menyebabkan iritasi vagina dan efek samping lain.

7. Diafragma

Melansir The Women’s di situsnya thewomens.org.au, diafragma merupakan alat kontrasepsi wanita berbentuk tutup silikon lembut yang dipasang di dalam vagina untuk menutupi pintu masuk ke rahim (leher rahim). Ia berkerja dengan menghentikan sperma masuk ke rahim.

Alat kontrasepsi ini bisa digunakan kapan saja, bahkan selama periode mestruasi, serta dapat dicuci dan digunakan berulang kali. Cara pakai diafragma ialah harus dipasang 24 jam sebelum berhubungan seks dan dilepas setelah berhubungan seks. Bila digunakan dengan benar, diafragma 94 persen efektif mencegah kehamilan.

8. Implan Kulit Kontrasepsi

Implan kulit ialah alat kontrasepsi berbentuk batang plastik kecil yang dimasukkan ke bawah kulit di bagian dalam lengan atas wanita. Benda ini perlahan-lahan akan melepaskan hormon progestogen sintetis, yang menghentikan ovarium melepaskan sel telur setiap bulan.

Sebagian besar wanita yang menggunakan implan ini akan memiliki siklus menstruasi yang berbeda dari biasanya, bahkan beberapa wanita menjadi tidak mengalami menstruasi. Selain itu, beberapa wanita akan mendapat perubahan warna kulit, perubahan suasana hati atau penambahan berat badan yang ringan. Meski begitu, alat kontrasepsi implan kulit mampu mencegah kehamilan selama tiga tahun.

HilmiRahasia dari kesuksesan kita adalah bahwa kita tidak pernah menyerah.

Posting Komentar untuk "8 Alat Kontrasepsi untuk Wanita, Plus Minus Pemakaiannya"

Silakan tinggalkan komentar. Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *